Sejarah MW Powersteering
Di gagas oleh wong ndeso bernama Muhdharin yang setelah menamatkan sekolah di STM Negeri Purworejo pada tahun 1982 kemudian diterima kuliah di ISTN (Insitut Sain Teknologi Nasional ) Depok Jakarta Selatan. Sesuai dengan Jurusannya yaitu teknik Mesin specialisasi hidraulik (hidrolic).
Untuk menghemat biaya hidup selama kuliah, Muhdharin menumpang tinggal dirumah kakaknya yang berlokasi dibilangan Mampang Prapatan Jakarta Selatan.
Disamping itu juga membantu sesama teman kuliahnya untuk mengerjakan gambar teknik mesin maupun tugas-tugas kuliah lainnya dan juga mbetulin kendaraan teman-temannya dengan imbalan uang sekedar buat menyambung hidup.
Ternyata dikalangan orang-orang peng-hobby otomotif Jakarta, Muhdharin cepat dikenal dari mulut ke mulut bisa betulin power steering, pengkabelan/ kelistrikan maupun mesin kendaraan apa aja.
Dengan berbekal ilmu yang dimiliki juga pengalaman menangani power steering dan segala mesin kendaraan. Muhdharin menerima order kerjaan dari satu bengkel mobil berpindah ke bengkel mobil lainnya.
Walaupun sering juga tidak dibayar , Muhdharin tetap melakukannya dengan senang hati demi mencari penghidupan dan banyak teman di Jakarta.
Karena ringan tangan, bisa apa saja betulin kendaraan dan mudah bergaul dengan siapa saja. Sehingga salah satu teman kuliahnya, putra salah satu komisaris Bank papan atas mengajak Muhdharin untuk tinggal serumah dibilangan Bulungan dekat Blok M Jakarta Selatan. Dan dijadikan bagian team mekanik speed car/ relly ,juga pernah menjadi navigator di event speed car / relly era tahun 1985.
Untuk memperlancar team speed car / rally yang dikelola bersama , akhirnya didirikan bengkel di wilayah Bintaro belakang Dep Hankam. Waktu itu anak-anak kalangan otomotif Jakarta sering ngumpul di Bengkel ini yang kebanyakan berjenis Jeep.
Seiring dengan berjalannya waktu dan kepentingan masing-masing pengelola bengkel tsb, akhirnya Muhdharin pada tahun 1992 mengundurkan diri dengan baik-baik bahkan keluar dari lingkungan Bulungan yang telah 11 tahun menjadi tempat tinggalnya.
Awal mula didirikannya bengkel MW Power Steering Specialist, tidak terlepas dari ide dan jerih payah adik kandungnya yang bernama Marwazi BS yang akrab dipanggil Wazik.
Karena waktu itu Muhdharin ternyata bekerja banting tulang siang malam ngebetulin kendaraan dari bengkel ke bengkel sambil ditemani mekanik bengkel yang paling pertama yaitu Muchlis/ Mumu’ (sekarang telah menjabat sebagai senior & koordinator mekanik ) yang diambil dari salah satu montir Asem Reges Jakarta Pusat.
Bisa dikatakan Muhdharin masih kurang banyak waktu untuk menyelesaikan semua order pekerjaan yang dijanjiinnya.
Melihat semua itu akhirnya Wazik menyewa tempat beralamat di Jl.Cireundeu Raya Pondok Cabe seberang perumahan Bali View Tangerang Banten, untuk didirikan sebuah bengkel alakadarnya guna menampung semua pelanggan Muhdharin yang dulunya harus didatangi.
Untuk menghemat biaya semua material diambil dari kampung yaitu berupa glugu dan seng bekas.
Sedangkan mekanik bengkel diambil dari orang-orang yang ngerjakan bangunan bengkel. Beralamat di Jl.Cireundeu Raya Pondok Cabe seberang Bali View Tangerang.
Waktu itu bengkel masih menerima pekerjaan mesin, kaki-kaki dan power steering. Tapi karena lahan yang sempit dan permintaan penanganan power steering makin hari makin bertambah, akhirnya diputuskan bengkel hanya menangani khusus power steering.
Dengan 4 orang mekanik dan 1 orang administrator bengkel berjalan apa adanya dan tanpa nama.
Setelah berjalan 2 tahun barulah ditetapkan nama sebuah bengkel, yang diambil dari huruf depan penggagas sekaligus motorik bengkel Marwazi BS yang akrab dipanggil Wazik dan otak teknis bengkel Muhdharin . Maka disepakati dengan nama “MW”( Muhdharin Wazik).
Karena kedua kakak beradik tersebut masih kurang menguasai administrasi dan seluk beluk usaha secara hukum maupun administrasi managemen,maka seorang adiknya bernama Chakim Al Aziz. SH.SE turut mensuport penuh kelemahan tersebut sehingga bengkel berkembang secara sehat layaknya usaha pada umumnya yang punya arah dan tujuan.
Disaat bengkel berkembang dengan pesat dan terus menambah karyawan, pada bulan Juni 1996 yang punya tempat meminta mengakhiri kontraknya karena akan dibangun ruko. Dengan waktu yang begitu singkat, MW terus dan terus mencari tempat pengganti untuk bengkelnya.
- Prev
- Next >>