Kiat Merawat Powersteering
Andi merasa kaget ketika tiba-tiba stir kemudi mobil Izusu Panther-nya -- yang keluaran tahun 1998 -- terasa berat. Tidak seperti biasanya, ringan dan enteng. Takut terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, mobil itu kemudian dibawa ke bengkel langganannya. Setelah diadakan pemeriksaan, diketahui slang power steering kendaraannya bocor. Akibatnya, minyak powersteering yang ada di tabung menjadi kering. Itulah mengapa stir kemudi menjadi berat.
Padahal, dengan powersteering membantu pengemudi untuk mempermudah memutar roda kemudi. Manfaatnya, pengendalian mobil menjadi lebih mudah, menyenangkan dan tidak bikin otot pegal. Agar berfungsi optimal, rajin-rajinlah merawat perangkat ini. Powersteering, menurut mobilku.com, ada dua macam: sistem fluida dan sistem elektrik. Sistem fluida menggunakan minyak rem untuk menggerakkan steering box. Sedangkan sistem elektrik menggunakan motor untuk menggerakkan steering box. Yang akan dibicarakan di sini adalah sistem fluida, karena sistem elektrik dirancang untuk penggunaan jangka panjang yang praktis tidak memerlukan perawatan rutin. Nur Hidayat, service manager sebuah perusahaan otomotif terkenal, memberikan beberapa tips sederhana yang bisa dilakukan di rumah. Namun ia mengingatkan, perawatan selanjutnya harus dilakukan di bengkel dengan teknisi terlatih.
- Usahakan untuk tidak menunda-nunda jadual servis berkala mobil Anda. Powersteering adalah salah satu item yang wajib dicek.
- Di rumah, anda bisa mengecek warna minyak rem (Break Oil). Minyak rem yang kondisinya bagus, berwarna merah. Bila berubah warna menjadi hitam, tandanya minyak rem sudah jelek dan harus diganti. Guna penggantian minyak rem disarankan untuk dilaksanakan di bengkel dan dilakukan oleh teknisi terlatih.
- Perhatikan volume minyak rem. Tidak disarankan menggunakan perangkat ini bila volume minyak rem di bawah tanda min (minimum) karena akan merusakkan seal dan komponen lain. Biaya perbaikannya sangatlah mahal. Jadi, perhatikan stik wadah minyak rem. Bila tidak menyentuh permukaan minyak, berarti minyak rem sudah di bawah min Segera dibawa ke bengkel karena ada kemungkinan telah terjadi kebocoran.
- Gantilah minyak rem setelah 30.000 km atau satu tahun. Penggantian/penambahan minyak rem harus sesuai buku manual produsen mobil.
- Pada saat servis rutin, mintalah mekanik untuk mengecek kondisi drive belt (belt penggerak pompa power steering yang berasal dari mesin).
Kalau belt ini putus, anda tetap bisa mengemudikan mobil anda, namun dibutuhkan tenaga ekstra karena power steering tidak berfungsi. Indikasi power steering bermasalah adalah roda kemudi semakin berat diputar; stir berderit ketika belok ; stir tidak konsisten, kadang terasa ringan dan kadang berat.